www.lacakberita.id – PT Pertamina (Persero) baru-baru ini melaksanakan pelatihan desain batik leles di Balai RW 02, Kelurahan Pekauman, Gresik. Kegiatan ini merupakan inisiatif untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta melestarikan budaya batik yang kaya akan nilai tradisional.
Pelatihan ini diselenggarakan melalui PT Pertamina Lubricants yang bekerja sama dengan Zie Susilo, seorang pakar di bidang fashion yang juga merupakan pemilik brand Azziera Attire. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam dalam desain, Zie berperan sebagai narasumber dan mentor bagi para pelaku UMKM Batik Leles.
Peserta pelatihan berasal dari lembaga Kang Raji Kuat yang mewakili pelaku usaha batik lokal. Mereka memperoleh pembekalan teknis mengenai pemilihan palet warna, perpaduan motif, dan cara memperkuat identitas lokal dalam produk batik yang dihasilkan, sehingga lebih siap untuk bersaing di pasar nasional dan internasional.
Zie Susilo menggarisbawahi pentingnya desain sebagai elemen kunci dalam meningkatkan daya saing produk. “Desain merupakan wajah dari sebuah produk yang dapat menarik minat konsumen dan membedakan dari produk lain,” ujarnya.
Lebih jauh, Zie menekankan bahwa batik Leles harus mampu menampilkan keunikan dengan tetap menjaga identitas lokal. Hal ini diharapkan dapat menarik perhatian yang lebih luas sambil tetap menghargai nilai-nilai tradisional yang ada di balik setiap motif batik yang ada.
Pentingnya Pelatihan dalam Mengembangkan UMKM Lokal
Pendidikan dan pelatihan sangatlah penting bagi pengembangan UMKM lokal, terutama dalam industri kreatif seperti batik. Melalui program pelatihan, pelaku usaha mendapatkan keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
Pelatihan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengenal kebutuhan pasar yang terus berubah. Dengan memahami tren dan permintaan konsumen, mereka dapat menyesuaikan produk untuk lebih menarik perhatian.
Keikutsertaan dalam pelatihan ini diberikan secara gratis, sehingga membuatnya lebih mudah diakses oleh pelaku usaha pembatik lokal. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, pengembangan hardskill dalam desain batik merupakan langkah strategis untuk menarik minat generasi muda yang berpotensi besar untuk berperan dalam industri batik. Dengan peningkatan keterampilan, generasi muda bisa berinovasi dan membawa ide-ide segar ke dalam industri ini.
Melalui sesi interaktif dan praktis, peserta diperkenankan untuk mencoba langsung mempraktikkan apa yang telah dipelajari dengan bimbingan Zie. Ini memberikan mereka pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam usaha mereka.
Harapan untuk Masa Depan Batik Leles
Inisiatif pelatihan ini membuka harapan baru untuk masa depan batik Leles sebagai salah satu produk unggulan di Gresik. Dengan bekal keterampilan dan desain yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan dapat menembus pasar lebih luas.
Keberhasilan dalam memasarkan batik Leles di level nasional dan internasional tidak hanya bergantung pada desain, tetapi juga pada pemasaran yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan platform digital dalam promosi produk mereka.
Pada akhirnya, keberhasilan UMKM batik Leles dalam bersaing juga memberikan kontribusi terhadap penguatan perekonomian lokal. UMKM yang kuat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah.
Warga Gresik diharapkan dapat lebih menghargai dan menyukai produk lokal mereka. Kesadaran akan pentingnya dukungan terhadap produk lokal menjadi langkah pertama dalam melestarikan budaya batik di Indonesia.
Dengan adanya pelatihan yang berkualitas, diharapkan Batik Leles dapat terus berinovasi dan menciptakan produk yang menarik dan berkualitas. Keberlangsungan industri batik ini merupakan tanggung jawab bersama antara pelaku usaha dan masyarakat.
Kerjasama yang Menguntungkan bagi Semua Pihak
Kolaborasi antara PT Pertamina dan UMKM Batik Leles merupakan contoh baik dari kerjasama yang saling menguntungkan. Pertamina tidak hanya membantu pelaku usaha, tetapi juga terlibat dalam pelestarian budaya lokal.
Kerjasama ini diharapkan bisa menjadi model bagi perusahaan lain untuk mendukung pengembangan UMKM di daerah masing-masing. Dengan saling mendukung, potensi yang ada dapat dimaksimalkan untuk keberhasilan bersama.
Pelaku UMKM juga merasakan manfaat langsung dari program pelatihan ini, yang diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan komunitas batik yang kuat dan kreatif. Dengan komunitas yang solid, pelaku usaha dapat saling bertukar pikiran dan memberikan dukungan satu sama lain.
Keberlanjutan program pelatihan menjadi agenda yang perlu diperhatikan. Perlunya evaluasi dan penyempurnaan program agar tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan pasar menjadi penting untuk diimbangi dengan kemajuan zaman.
Sebagai penutup, diharapkan pelatihan desain batik leles ini bukan hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi dapat berlanjut untuk menciptakan perubahan signifikan dalam pengembangan industri batik lokal di Gresik dan sekitarnya.


