www.lacakberita.id – Usai disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Thomas Djiwandono mengungkapkan perasaannya mengenai amanah barunya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, ini adalah tanggung jawab besar yang akan diembannya dengan penuh integritas dan dedikasi.
Thomas menyatakan bahwa proses seleksi yang dilalui telah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal ini menjadi bukti bahwa ia mampu memenuhi kriteria yang diperlukan untuk menjabat sebagai pemimpin di bank sentral.
Dalam kesempatan tersebut, Thomas juga menyampaikan apresiasi kepada anggota dewan yang telah mendukungnya dalam proses fit and proper test. Ia merasa bersyukur karena semua prosedur berjalan lancar dan transparan, menciptakan kepercayaan di masyarakat.
Komitmen Thomas dalam Mempertahankan Independensi Bank Indonesia
Thomas Djiwandono menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia. Ia percaya bahwa bank sentral harus bebas dari intervensi politik untuk bisa menjalankan tugasnya secara efektif.
Dalam pandangannya, keberlanjutan independensi ini juga berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi global yang tidak pasti, peran bank sentral akan semakin vital demi menjaga kestabilan keuangan.
Thomas menjelaskan bahwa sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi prioritas utama. Kolaborasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di saat tantangan yang dihadapi semakin kompleks.
Pentingnya Kolaborasi Antara Otoritas Moneter dan Fiskal
Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi, Thomas percaya bahwa kerja sama antara otoritas moneter dan fiskal sangat diperlukan. Komunikasi antar lembaga akan meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan.
Thomas menambahkan bahwa tantangan ekonomi yang ada saat ini memerlukan respons yang cepat dan terintegrasi. Dengan adanya kolaborasi, kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.
Ia berharap bahwa kedepannya, Bank Indonesia dan pemerintah akan terus bahu-membahu dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Dengan begitu, dua lembaga ini dapat mewujudkan tujuan fiskal yang sejalan dengan kebijakan moneter yang ada.
Dukungan Pers Dalam Proses Pencalonan Thomas
Dalam konferensi pers, Thomas juga mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang mengawal proses pencalonannya. Ia merasa pemberitaan yang objektif sangat penting untuk memberikan transparansi kepada publik.
Thomas menekankan bahwa laporan media yang akurat membantu masyarakat memahami langkah dan proses yang harus dilalui dalam pengisian jabatan strategis. Ini menunjukkan bahwa transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik.
Seraya menantikan pelantikan resminya, Thomas berharap sejumlah informasi terkait masa jabatannya bisa diterima dengan baik oleh publik. Ia menjelaskan bahwa berita yang positif dan melibatkan banyak pihak bisa menciptakan suasana saling mendukung.
Status dan Masa Jabatan Thomas Djiwandono di Bank Indonesia
Thomas memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai statusnya saat ini sebagai Wakil Menteri Keuangan. Menunggu penerbitan surat keputusan resmi menjadi prioritasnya sebelum berbicara lebih jauh mengenai masa jabatan di Bank Indonesia.
Ia menegaskan bahwa semua langkah prosedural, termasuk pengunduran dirinya dari kementerian, akan mengikuti ketentuan yang ada. Proses administrasi ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek formalitas terpenuhi.
Dengan berakhirnya proses di DPR, Thomas Djiwandono kini tinggal menunggu pelantikan resmi di Mahkamah Agung. Ia siap memulai masa baktinya di Bank Indonesia periode 2026-2031 dan siap menghadapi tantangan yang ada di lembaga keuangan ini.


