www.lacakberita.id – Di awal tahun 2026, sebuah terobosan inovatif kembali hadir di industri kopi nasional melalui peluncuran menu baru yang menarik. Roemah Koffie mempersembahkan seri minuman bernama Massimo Freddo, sebuah kombinasi unik antara kopi Indonesia dan resep kopi Freddo dari Yunani.
Paduan kopi khas Indonesia ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang berbeda, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari strategi kolaborasi lintas sektor. Melalui penawaran ini, Roemah Koffie berusaha memperluas pengalaman pengunjung dengan menggabungkan segmen kopi dan fesyen secara harmonis.
Dari sisi sosial, Massimo Freddo bukan sekadar minuman, tetapi juga sebuah gerakan untuk mendukung pemulihan petani kopi yang terdampak bencana. Dengan demikian, setiap cangkir kopi ini menjadi simbol pemberdayaan bagi komunitas petani.
Menggandeng Brand Fesyen untuk Kampanye Sosial
Melalui peluncuran Massimo Freddo, Roemah Koffie memperkenalkan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemulihan petani kopi. Program CSR ini merupakan lanjutan dari kampanye sebelumnya yang bertajuk Cup for Purpose, bertujuan menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Sumatra.
Saat ini, setiap pembelian satu minuman Massimo Freddo akan mendonasikan Rp30.000 untuk membantu petani kopi yang berjuang setelah bencana. Keterlibatan masyarakat dalam kampanye ini menciptakan jalinan kuantitas dan kualitas dalam membantu mereka yang membutuhkan.
Untuk lebih memperkuat arti dari kampanye ini, Roemah Koffie bekerja sama dengan Ghea Resort, sebuah brand fesyen yang dikenal dengan desain yang mengangkat budaya Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan kreasi scarf eksklusif yang menjadi bagian dari setiap penjualan Massimo Freddo, menambah daya tarik produk tersebut.
Kisah di Balik Konsep Massimo Freddo
Konsep Massimo Freddo berawal dari partisipasi Roemah Koffie di HORECA Expo yang berlangsung di Athens, Yunani, pada Februari 2025. Dalam pameran ini, Roemah Koffie memperkenalkan produk kopi unggulan Indonesia kepada pelaku industri HORECA di Eropa.
Di acara tersebut, Roemah Koffie mendapat dukungan dari seorang sosok bernama Massimo, yang berperan aktif dalam memperkenalkan kopi Indonesia dan potensi yang dimilikinya. Pengalaman ini menjadi titik awal pengembangan menu Massimo Freddo yang sangat khas.
Ketertarikan Massimo terhadap kopi Indonesia sangat besar, dan ia meyakini kualitas serta karakter biji kopi ini cocok untuk dipersembahkan kepada dunia. Selama pertemuan ini, Massimo mengenalkan Freddo, minuman kopi khas Yunani yang disajikan dingin dengan tekstur creamy.
Kampanye dan Periode Pelaksanaan
Kampanye Massimo Freddo dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 28 Januari 2026 hingga akhir April 2026. Dengan jangka waktu yang cukup panjang, Roemah Koffie berusaha mengajak komunitas untuk turut berpartisipasi dalam program sosial yang membawa dampak positif.
Selama periode tersebut, pengunjung dapat menikmati cita rasa unik dari Massimo Freddo sambil berkontribusi pada pemulihan petani kopi. Kombinasi antara pengalaman menikmati kopi yang berbeda dan harapan bagi para petani menciptakan ikatan yang lebih dalam antara konsumen dan produsen.
Melalui strategi yang holistik ini, Roemah Koffie tidak hanya memberikan pengalaman gastronomi, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang penting. Ini menjadi langkah maju dalam industri kopi yang sadar terhadap dampak sosial dan lingkungan.


