www.lacakberita.id – Pasar saham AS atau Wall Street mengalami penguatan pada perdagangan yang dilakukan pada Senin (5/8) waktu setempat setelah sesi penurunan tajam yang terjadi di akhir pekan lalu. Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan sebesar 0,59 persen, mencapai level 43.845,65, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite tumbuh masing-masing sebesar 0,70 dan 0,97 persen.
Pergerakan positif ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Hal ini terjadi setelah laporan ketenagakerjaan, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP), menunjukkan angka yang lebih rendah dari yang diharapkan untuk bulan Juli.
Kondisi ini turut memperkuat keyakinan investor bahwa pasar tenaga kerja berada dalam kondisi lemah. Penurunan NFP memberikan sinyal bahwa pelonggaran kebijakan moneter menjadi mungkin, lantaran pasar membutuhkan dukungan untuk bergerak lebih stabil.
Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed dan Pengaruhnya
Indikator dari FedWatch yang dikeluarkan oleh CME Group menunjukkan lonjakan probalitas pemangkasan suku bunga. Para analis percaya bahwa probabilitas untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed di bulan September melonjak menjadi 87,5 persen, meningkat signifikan dari angka sebelumnya yang hanya 63,1 persen.
Pasar kini juga memperkirakan bahwa akan ada minimal dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin dalam tahun ini. Prediksi ini menggarisbawahi harapan terhadap pemulihan ekonomi yang lebih baik di sisa tahun ini.
Di tengah ketidakpastian ini, muncul dinamika baru di lingkungan The Fed setelah pengunduran diri Gubernur Adriana Kugler secara mendadak. Hal ini membuka peluang bagi Presiden untuk menunjuk sosok yang lebih sejalan dengan kebijakannya dalam mengelola suku bunga.
Dampak Ketegangan Perdagangan Terhadap Pasar
Tetapi, ketegangan dalam hubungan dagang global kembali meningkat. Presiden baru saja menandatangani perintah eksekutif yang mengatur tarif impor terhadap beberapa negara seperti Kanada, Brasil, dan India, meskipun sejumlah negara tersebut sedang dalam proses negosiasi ulang untuk meringankan beban tarif yang ada.
Langkah ini kembali memicu ketidakpastian di pasar, dan investor cenderung mengambil posisi menunggu sambil menganalisis dampaknya ke kedepan. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam sektor itu merespons dengan strateginya masing-masing.
Dalam suasana ini, beberapa saham mencatatkan pergerakan signifikan menjelang pembukaan pasar. Contohnya, saham Tesla Inc menguat 2,3 persen setelah perusahaan mengonfirmasi distribusi 96 juta saham kepada CEO Elon Musk.
Pergerakan Saham Menarik di Pasar Saham AS
Saham Joby Aviation melonjak tajam, naik 5,7 persen setelah berita bahwa mereka tengah menjajaki akuisisi terhadap operator helikopter Blade Air Mobility. Kabar ini membuat saham Blade juga melambung hingga 27,2 persen.
Sementara itu, Spotify turut mencatat kenaikan 5,2 persen setelah pengumuman rencana untuk menaikkan harga langganan individu premium dalam beberapa negara, dimulai bulan September mendatang. Ini menunjukkan bahwa meski dalam situasi yang menantang, perusahaan berdiri teguh dengan strategi pertumbuhan.
Ketika melihat hasil laporan keuangan, dari total 330 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja, sekitar 80,6 persen di antaranya berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis. Rasio ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2023 dan menandakan optimisme di kalangan investor.


